Dadar Jangkang: Kuliner Pesisir Yang Menolak Punah

Dadar Jangkang: Kuliner Pesisir Yang Menolak Punah

Daftar isi

3 min read 578 words 39 views

Ilustrasi Masyarakat Pesisir Kota Surabaya. Dibuat dengan menggunakan Gemini.ai

Salah satu komoditi pesisir yang menjadi tangkapan para Nelayan Surabaya adalah Jangkang (Macrophthalmus japonicus). Hewan ini merupakan krustasea (binatang air berkulit keras, seperti udang dan kepiting) yang banyak ditemukan di pesisir Surabaya. Selain di kawasan pesisir Kota Pahlawan, secara alamiah jangkang ditemukan di kawasan pesisir Paparan Sunda, Laut Cina Selatan, Perairan Jepang, Samudera Pasifik dan Laut Pasifik bagian Utara.

Kepiting Jangkang di Alam Liar. Sumber: Wikipedia

Hewan ini berhabitat di sekitar hutan mangrove (bakau) serta daerah paparan pasang surut, dengan dasar berupa lumpur halus. Jangkang membuat liang di hamparan lumpur sedalam sekitar 20 – 50 cm, sebagai tempat bersembunyi. Dalam berburu jangkang, para nelayan akan menggunakan papan seluncur sederhana, yang disebut skilot. Sambil berselancar, nelayan akan mengambil jangkang yang berada di dalam liang persembunyiannya.

Foto Ilustrasi Nelayan menggunakan Papan Skilot. Sumber: Wikipedia

Para nelayan ini, hanya memburu jangkang yang baru menjalani fase moulting (ganti cangkang). Fase ini membuat karapaks (kulit cangkang) jangkang masih lunak. Jangkang dengan karapaks lunak ini memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan dengan jangkang dewasa dengan karapaks yang keras. Karena jangkang dengan karapaks lunak termasuk dalam bahan baku kuliner khas Kota Surabaya. Beberapa toko menjajakan jangkang dalam kemasan beku (frozen) di loka pasar (e-commerce). Para pedagang mematok harga sekitar Rp 45.000 untuk 500 gram jangkang beku.

Masyarakat di Ibukota Jawa Timur ini, biasa mengolah jangkang dengan teknik goreng, tumis, dan brengkes (pepes). Demi menjaga kelestarian olahan jangkang, Cak Arry Bhogenk, beserta sang istri, Ning Memes, menempatkan Nasi Jangkang dalam susunan menu hidangan di Pawon Memez. Di depot yang berlokasi di Perumahan Sawangan Permai, Depok, Jawa Barat ini, 8-9 ekor jangkang digoreng bersama kocokan 1 butir telur ayam. Setelah matang, dadar jangkang ini disajikan bersama nasi putih hangat, sambal, dan sehelai daun selada air sebagai lalapan.

Seporsi Nasi Dadar Jangkang di Pawon Memez

Cak Bhogenk menyajikan menu dadar jangkang ini, untuk melestarikan, sekaligus penghapus rasa kangen hidangan kuliner Suroboyoan. “Kalau makanan seperti tahu campur, dan tahu telur, mungkin banyak yang sudah tahu cita rasanya. Saya dan istri, menyediakan menu ini, karena ternyata, tidak semua orang mengenal menu olahan jangkang,” ujar Cak Bhogenk.

Secara alami, jangkang dengan karapaks lunak ini, banyak dijumpai pada bulan Maret hingga Mei. Selain di periode ini, jangkang relatif jarang ditemui di habitat aslinya. Namun, Cak Bhogenk selaku pengelola Pawon Memez telah memiliki penyedia (supplier) jangkang dalam kemasan frozen. Meskipun jangkang adalah krustasea musiman, menu nasi dadar jangkang akan selalu tersedia di sepanjang tahun.

Tren Tangkapan Jangkang oleh Nelayan Surabaya per tahun. Sumber: Subagio 2020

Menu dadar atau brengkesan jangkang adalah bagian dari Gastronomi Nusantara. Keberadaan makanan ini, menjadi penanda budaya pesisir, serta kehadiran masyarakat nelayan di Surabaya. Upaya Cak Bhogenk bersama Ning Memez, dalam menjaga eksistensi menu ini, patut mendapat apresiasi, sekaligus mencerminkan cinta mendalam pasangan perantau asal Surabaya. Meski keduanya telah hidup di Jabodetabek lebih dari 20 tahun, mereka berupaya menjaga ikatan dengan Surabaya tercinta, melalui sajian hidangan kuliner.

Eksistensi menu jangkang, juga berkaitan dengan pertahanan masyarakat pesisir Surabaya terhadap perubahan iklim, serta kelestarian ekosistem bakau dan pesisir. Selama jangkang masih ditemui, dalam kondisi segar atau telah diolah menjadi hidangan dadar atau brengkes, selama itulah kita masih memiliki keyakinan ekosistem bakau dan pesisir Surabaya, masih lestari.

Bagi Anda yang ingin merasakan sensasi cita rasa dadar jangkang yang gurih, silahkan berkunjung ke Pawon Memez yang berada di Perumahan Sawangan Permai Blok D10 No 1, Sawangan, Depok, Jawa Barat. Untuk keperluan reservasi, Anda dapat menghubungi Cak Arry Bhogenk melalui WA +62 818-605-882.

Bagikan postingan: